MENGENAL HIPERTENSI
Penulis: Ns. Dwi Retnoningrum (Kepala Bidang Pelayanan Medis BSMI Kota Yogyakarta)
Tanggal 17 Mei tiap tahunnya diperingati sebagai hari hipertensi di seluruh dunia. Hipertensi merupakan salah satu penyakit yang banyak diderita oleh penduduk di seluruh dunia. Saat ini diperkirakan ada 1,7 Milyar penderita hipertensi di seluruh dunia. Pada tahun ini peringatan hari hipertensi mengambil tema Know your numbers, target your pressure. Untuk mengetahui apa itu hipertensi, berikut adalah sedikit pengenalan mengenai hipertensi.
A. Pengertian
Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah diatas normal yaitu bila tekanan sistolik (atas) 140 atau lebih dan tekanan distolik (bawah) 90 atau lebih dalam jangka waktu lama.
B. Klasifikasi Hipertensi
Klasifikasi tekanan darah berdasarkan JNC VII :
- Normal : Sistolik : <120 ; Diastolik: <80
- Pre hipertensi : Sistolik: 120-139; Diastolik: 80-89
- Hipertensi stage 1 : Sistolik: 140-159; Diastolik: 90-99
- Hipertensi stage 2 : Sistolik: >159; Diastolik: >99
C. Berdasarkan Penyebabnya Hipertensi dibagi dalam 2 Golongan yaitu
Hipertensi primer / essensial
Merupakan hipertensi yang penyebabnya tidak diketahui, biasanya berhubungan dengan faktor keturunan dan lingkungan.
Hipertensi sekunder
Merupakan hipertensi yang penyebabnya dapat diketahui secara pasti, seperti gangguan pembuluh darah dan penyakit ginjal.
D. Faktor Risiko terjadinya Hipertensi
- Obesitas / kegemukan
- Kebiasaan merokok
- Minuman beralkohol
- Penyakit kencing manis dan jantung
- Stress
- Kurang olah raga
- Diet yang tidak seimbang, makanan berlemak dan tinggi kolesterol
- Faktor keturunan / riwayat keluarga
Perilaku Merokok
Merokok dapat meningkatkan risiko hipertensi dengan jalan rusaknya lapisan endotel pembuluh darah sehingga elastisitasnya menurun. Kekakuan pada pembuluh darah tersebut menyebabkan meningkatnya beban jantung dan tekanan darah juga menjadi semakin tinggi.
Kurang berolah raga
Olah raga lebih banyak dihubungkan dengan pengobatan hipertensi, karena olah raga (spt bersepeda, jogging, aerobic) yang teratur dapat memperlancar peredaran darah sehingga dapat menurunkan tekanan darah. Olah raga juga dapat digunakan untuk mengurangi/ mencegah obesitas dan mengurangi asupan garam ke dalam tubuh (tubuh yang berkeringat akan mengeluarkan garam lewat kulit).
Faktor keturunan / Riwayat keluaga
Pada 70-80% kasus hipertensi esensial, didapatkan riwayat hipertensi di dalam keluarga. Apabila riwayat hipertensi didapatkan pada kedua orang tua, maka dugaan hipertensi esensial lebih besar. Hipertensi juga banyak dijumpai pada penderita kembar monozigot (satu telur), apabila salah satunya menderita hipertensi. Dugaan ini menyokong bahwa faktor genetik mempunyai peran didalam terjadinya hipertensi.
Faktor Stres
Stress juga berpengaruh terhadap timbulnya hipertensi esensial. Hubungan antara stress dengan hipertensi, diduga melalui aktivasi saraf simpatis. (saraf simpatis adalah saraf yang bekerja pada saat kita beraktivitas, saraf parasimpatis adalah saraf yang bekerja pada saat kita tidak beraktivitas). Peningkatan aktivitas saraf simpatis dapat meningkatkan tekanan darah secara intermitten (tidak menentu). Apabila stress berkepanjangan, dapat mengakibatkan tekanan darah menetap tinggi. Walaupun hal ini belum terbukti, akan tetapi angka kejadian di masyarakat perkotaan lebih tinggi dibandingkan dengan di pedesaan. Hal ini dapat dihubungkan dengan pengaruh stress yang dialami kelompok masyarakat yang tinggal di kota.
E. TANDA DAN GEJALA HIPERTENSI
- Bisa muncul tanpa gejala
- Hipertensi hanya dapat diketahui dengan pengukuran tensi atau tekanan darah
- Gejala yang sering dikeluhkan antara lain : pusing, rasa berat di tengkuk, sukar tidur, mudah lelah dan marah, mimisan (jarang).
F. Komplikasi Hipertensi
1. Pada otak
a. Pelebaran pembuluh darah
b. Perdarahan pada otak
c. Kematian sel otak
d. Stroke
2. Pada ginjal
a. Malam banyak kencing
b. Kerusakan sel-sel ginjal
c. Gagal ginjal
3. Jantung
a. Pembesaran jantung
b. Nafas sesak
c. Cepat lelah
d. Gagal jantung
4. Kebutaan
G. Cara Penanganan dan Perawatan Hipertensi
1. Cara penanganan hipertensi
a. Obat diperlukan bila tekanan darah > 140/90
b. Berobat/memeriksa diri secara teratur
c. Kontrol tekanan darah minimal 1 bulan sekali di Puskesmas atau Posyandu
d. Minum obat secara teratur
e. Jangan menghentikan, mengubah dan menambah dosis dan jenis obat tanpa petunjuk dokter
f. Konsultasikan dengan petugas kesehatan jika menggunakan obat untuk penyakit lain karena ada jenis obat yang dapat meningkatkan dan memperbutuk hipertensi
2. Cara perawatan dan pencegahan hipertensi
a. Usahakan untuk mempertahankan berat badan yang seimbang dengan mencegah kegemukan
b. Batasi pemakaian garam (Sodium)
c. Tidak merokok
d. Memperhatikan diet dengan memperbanyak makan buah dan sayuran dan membatasi minuman beralkohol
e. Hindari minum kopi berlebihan
f. Periksa tekanan darah secara teratur terutama jika usi sudah mencapai 40 tahun









