Mengenal Hipertensi

17 05 2011

MENGENAL HIPERTENSI

Penulis: Ns. Dwi Retnoningrum (Kepala Bidang Pelayanan Medis BSMI Kota Yogyakarta)

Tanggal 17 Mei tiap tahunnya diperingati sebagai hari hipertensi di seluruh dunia. Hipertensi merupakan salah satu penyakit yang banyak diderita oleh penduduk di seluruh dunia. Saat ini diperkirakan ada 1,7 Milyar penderita hipertensi di seluruh dunia. Pada tahun ini peringatan hari hipertensi mengambil tema Know your numbers, target your pressure. Untuk mengetahui apa itu hipertensi, berikut adalah sedikit pengenalan mengenai hipertensi.

A.     Pengertian

Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah diatas normal yaitu bila tekanan sistolik (atas) 140 atau lebih dan tekanan distolik (bawah) 90 atau lebih dalam jangka waktu lama.

B.      Klasifikasi Hipertensi

Klasifikasi tekanan darah berdasarkan JNC VII :

  1. Normal : Sistolik : <120 ; Diastolik: <80
  2. Pre hipertensi : Sistolik: 120-139; Diastolik: 80-89
  3. Hipertensi stage 1 : Sistolik: 140-159; Diastolik: 90-99
  4. Hipertensi stage 2 : Sistolik: >159; Diastolik: >99

C.     Berdasarkan Penyebabnya Hipertensi dibagi dalam 2 Golongan yaitu

Hipertensi primer / essensial

Merupakan hipertensi yang penyebabnya tidak diketahui, biasanya berhubungan dengan faktor keturunan dan lingkungan.

Hipertensi sekunder

Merupakan hipertensi yang penyebabnya dapat diketahui secara pasti, seperti gangguan pembuluh darah dan penyakit ginjal.

D.     Faktor Risiko terjadinya Hipertensi

  1. Obesitas / kegemukan
  2. Kebiasaan merokok
  3. Minuman beralkohol
  4. Penyakit kencing manis dan jantung
  5. Stress
  6. Kurang olah raga
  7. Diet yang tidak seimbang, makanan berlemak dan tinggi kolesterol
  8. Faktor keturunan / riwayat keluarga

Perilaku Merokok

Merokok dapat meningkatkan risiko hipertensi dengan jalan rusaknya lapisan endotel pembuluh darah sehingga elastisitasnya menurun. Kekakuan pada pembuluh darah tersebut menyebabkan meningkatnya beban jantung dan tekanan darah juga menjadi semakin tinggi.

Kurang berolah raga

Olah raga lebih banyak dihubungkan dengan pengobatan hipertensi, karena olah raga (spt bersepeda, jogging, aerobic) yang teratur dapat memperlancar peredaran darah sehingga dapat menurunkan tekanan darah. Olah raga juga dapat digunakan untuk mengurangi/ mencegah obesitas dan mengurangi asupan garam ke dalam tubuh (tubuh yang berkeringat akan mengeluarkan garam lewat kulit).

Faktor keturunan / Riwayat keluaga

Pada 70-80% kasus hipertensi esensial, didapatkan riwayat hipertensi di dalam keluarga. Apabila riwayat hipertensi didapatkan pada kedua orang tua, maka dugaan hipertensi esensial lebih besar. Hipertensi juga banyak dijumpai pada penderita kembar monozigot (satu telur), apabila salah satunya menderita hipertensi. Dugaan ini menyokong bahwa faktor genetik mempunyai peran didalam terjadinya hipertensi.

Faktor Stres

Stress juga berpengaruh terhadap timbulnya hipertensi esensial. Hubungan antara stress dengan hipertensi, diduga melalui aktivasi saraf simpatis. (saraf simpatis adalah saraf yang bekerja pada saat kita beraktivitas, saraf parasimpatis adalah saraf yang bekerja pada saat kita tidak beraktivitas). Peningkatan aktivitas saraf simpatis dapat meningkatkan tekanan darah secara intermitten (tidak menentu). Apabila stress berkepanjangan, dapat mengakibatkan tekanan darah menetap tinggi. Walaupun hal ini belum terbukti, akan tetapi angka kejadian di masyarakat perkotaan lebih tinggi dibandingkan dengan di pedesaan. Hal ini dapat dihubungkan dengan pengaruh stress yang dialami kelompok masyarakat yang tinggal di kota.

E. TANDA DAN GEJALA HIPERTENSI

  • Bisa muncul tanpa gejala
  • Hipertensi hanya dapat diketahui dengan pengukuran tensi atau tekanan darah
  • Gejala yang sering dikeluhkan antara lain : pusing, rasa berat di tengkuk, sukar tidur, mudah lelah dan marah, mimisan (jarang).

F.  Komplikasi Hipertensi

 1. Pada otak

a. Pelebaran pembuluh darah

b. Perdarahan pada otak

c. Kematian sel otak

d. Stroke

2. Pada ginjal

a. Malam banyak kencing

b. Kerusakan sel-sel ginjal

c. Gagal ginjal

3. Jantung

a. Pembesaran jantung

b. Nafas sesak

c. Cepat lelah

d. Gagal jantung

4.   Kebutaan

G. Cara Penanganan dan Perawatan Hipertensi

1. Cara penanganan hipertensi

a. Obat diperlukan bila tekanan darah > 140/90

b. Berobat/memeriksa diri secara teratur

c. Kontrol tekanan darah minimal 1 bulan sekali di Puskesmas atau Posyandu

d. Minum obat secara teratur

e. Jangan menghentikan, mengubah dan menambah dosis dan jenis obat tanpa petunjuk dokter

f. Konsultasikan dengan petugas kesehatan jika menggunakan obat untuk penyakit lain karena ada jenis obat yang     dapat meningkatkan dan memperbutuk hipertensi

2. Cara perawatan dan pencegahan hipertensi

a. Usahakan untuk mempertahankan berat badan yang seimbang dengan mencegah kegemukan

b. Batasi pemakaian garam (Sodium)

c. Tidak merokok

d. Memperhatikan diet dengan memperbanyak makan buah dan sayuran dan membatasi minuman beralkohol

e. Hindari minum kopi berlebihan

f. Periksa tekanan darah secara teratur terutama jika usi sudah mencapai 40 tahun





Materi Diksar Tingkat 2

5 03 2011


Materi BLS





DIKSAR Relawan BSMI Tingkat 2 Angkatan 2011

20 02 2011

بسم الله الرحمن الرحيم

Sebagai tahapan pengkaderan sekaligus untuk meningkatkan kompetensi relawan, BSMI Yogyakarta akan mengadakan Pendidikan Dasar (DIKSAR) relawan BSMI tingkat 2 angkatan 2011 pada

Hari: Ahad, 27 Februari 2011

waktu: Pukul 07:00 – 15:30

Tempat: Bumi Perkemahan Babarsari

Biaya: Rp. 25,000,-

 

Materi:

BLS (Basic Life Support)

PTSD (Post Traumatic Syndrome Disorder) dan Trauma Healing

Pengenalan Penyakit dan Obat

 

Pendaftaran bisa melalui SMS ke dr. Rizka Aries (0852 6903 3358)





Hasil Sidang MPA Perhimpunan BSMI 22 – 23 Januari 2011

26 01 2011

Bismillahir Rahmaanir Rahiim

Jakarta, 23 Januari 2011

Sidang Majelis Pemusyawaratan Anggota (MPA) BSMI yang diselenggarakan di Hotel Bidakara, Jakarta pada 22 – 23 Januari 2011 menghasilkan beberapa keputusan penting, diantaranya mengenai perubahan lambang BSMI dan susunan kepengurusan baru.

Lambang BSMI


Lambang BSMI hasil keputusan sidang MPA memiliki sedikit perubahan dibandaing lambang BSMI sebelumnya. Perubahan dilakukan untuk memudahkan pencitraan lambang BSMI dan agar lambang perhimpunan BSMI dapat dengan mudah dikenali oleh masyarakat umum. Hal ini karena lambang BSMI yang lama memiliki kemiripan dengan lambang organisasi lain, sehingga sedikit menyulitkan masyarakat untuk bisa meningat lambang BSMI. “Hal ini kami putuskan untuk menguatkan brand image BSMI di setiap kegiatan dan setiap sosialisasi yang kami lakukan” tutur Ketua Dewan Pimpinan Nasional (DPN) BSMI terpilih, M. Djazuli Ambari, SKM. M.Si.

Perubahan lambang Perhimpunan BSMI dilakukan dengan menambahkan tulisan BSMI berwarna merah di bawah lambang bulan sabit merah. Perubahan lainnya adalah dengan menambahkan huruf hamzah pada kata Al Ahmar dan Al Indunisi. Sementara itu komponen lainnya dari lambang Perhimpunan BSMI tidak mengalami perubahan. Bulan sabit merah merupakan tanda pengenal kemanusiaan yang diakui dunia internasional dalam konvensi Jenewa, sementara itu nama perhimpunan ditulis dengan warna hijau dalam tiga bahasa yaitu bahasa Indonesia, Arab dan Inggris.

Pengurus BSMI 2011 – 2016

Keputusan penting lainnya yang diambil dalam sidang MPA pada 22 – 23 Januari silam adalah mengenai susunan kepengurusan BSMI tingkat nasional. Kepengurusan BSMI tingkat nasional masih didominasi oleh wajah – wajah pengurus lama, walaupun terjadi perombakan posisi. Hal ini menumbuhkan harapan akan terjadi regenerasi kepengurusan pusat BSMI pada 2016. Susunan kepengurusan pusat BSMI hasil sidang MPA adalah sebagai berikut:

Ketua Majelis Pemusyawaratan Anggota (MPA) : dr. Basuki Supartono Sp.OT. FICS. MARS.

Ketua Majelis Pertimbangan Nasional (MPN) : dr Agus Koeshartoro Sp.PD

Sekretaris Majelis Pertimbangan Nasional       :  dr. Bambang Edi Sp.A. M.Kes.

Anggota : dr. Sahudi Sp.B

Rudi Kurniawan

dr. Jamaludin Sp.M

dr. Prita Kusumaningsih Sp.OG

dr. Andi Qoyyim

dr. Agus C. Anab

Ns. Mi’roji

Ketua Dewan Pimpinan Nasional (DPN) : Muhammad Djazuli Ambari SKM. M.Si.

Sekretaris Jendral Dewan Pimpinan Nasional : Muhammad Rudi

Bendahara Dewan Pimpinan Nasional : dr. Prita Kusumaningsih Sp.OG

Kepala Bidang Hukum dan Humaniter: Heru Susetyo S.H. LLM. M.Si.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat dan Antar Lembaga: dr. Fuadi Yatim Sp.KJ.

Selamat Atas Terpilihnya Kepengurusan Baru BSMI.

Dengan Kepengurusan dan Lambang Baru Mari Perbarui Ghirah Kemanusiaan Kita

Jaya BSMI!!!





BSMI dan BTN Bagikan Paket Sekolah Untuk Anak – Anak Pengungsi

26 01 2011

Bismillahir Rahmaanir Rahiim

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat dan Antar Lembaga BSMI Yogyakarta, Beta Haninditya, Apt. bersama anak - anak pengungsi letusan G. Merapi

Yogyakarta, 23 Januari 2011

Sebagai komitmen bersama antara BSMI dan BTN terhadap percepatan pemulihan kehidupan masyarakat korban erupsi G. Merapi, BSMI bersama dengan BTN mengadakan acara bertajuk Sehat dan Pintar Bersama BSMI dan BTN. Dalam acara yang diselenggarakan di Lapangan Barak Kepuharjo pada ahad, 23 Januari 2011 tersebut BSMI bersama BTN memberikan paket sekolah yang terdiri dari tas sekolah, buku tulis, alat tulis, juz ‘amma untuk 225 siswa SMP dan SD di Desa Kepuharjo, Cangkringan.  Di samping pembagian paket sekolah, acara bertajuk Sehat dan Pintar Bersama BSMI dan BTN juga diisi dengan senam bersama pengungsi yang ada di Barak Kepuharjo, mini out bond dan suplementasi gizi. Acara senam bersama pengungsi diikuti oleh 300 orang pengungsi dan 225 siswa SLTP dan SD. Kegiatan lainnya yang juga dilaksanakan secara simultan adalah pelayanan kesehatan gratis dan pemeriksaan kadar gula darah untuk 100 orang pengungsi.

Acara Sehat dan Pintar Bersama BSMI dan BTN ini merupakan yang pertama kali dilakukan di Barak Kepuharjo paska diturunkannya status Gunung Merapi. Sebelumnya BSMI pernah beberapa kali mengadakan acara yang hampir sama untuk pengungsi di Barak Kepuharjo, diantaranya acara Sehat dan Ceria Bersama BSMI 1 sampai 3. Dalam acara kali ini turut diturunkan juga tim asistensi psikososial BSMI dan relawan BSMR (Bulan Sabit Merah Remaja) dari beberapa SMPIT di Yogyakarta.

Kerjasama antara BSMI dengan BTN sudah berlangsung sejak awal bencana erupsi Gunung Merapi. Beberapa kali BSMI dan BTN berkolaborasi mengadakan acara yang bertujuan untuk menghibur pengungsi sekaligus untuk memberikan suplementasi gizi terhadap pengungsi, sebagai usaha preventif agar pengungsi yang sudah memiliki beban psikis tidak bertambah penderitaannya dengan terkena penyakit fisik. Suplementasi gizi yang diberikan bervariasi dari suplementasi zat besi, vitamin, buah, bubur kacang hijau, dan jagung.








Follow

Get every new post delivered to your Inbox.