Khitanan Massal BSMI Yogyakarta – ANTV

26 03 2010

Bismillahir Rahmaanir Rahiim

Bantul, 20 Maret 2010 BSMI Yogyakarta bersama dengan ANTV mengadakan khitanan masal untuk 110 anak – anak yang berasal dari keluarga tidak mampu. Bertempat di Pendopo Rumah Dinas Bupati Bantul acara ini dibuka dengan sambutan oleh Bupati Bantul Bpk. Idham Samawi dan perwakilan dari ANTV.

Khitanan Masal ini merupakan bentuk syukur dari ANTV karena telah menginjak usia 17 tahun. Khitanan masal kali ini juga diponsori oleh BRI Peduli.

Kegiatan yang dimulai pada pukul 08:00 pagi ini tampak meriah, karena selain khitanan masal acara juga diisi oleh ceramah agama dan hiburan lagu – lagu Islami sehingga para peserta khitan yang kebanyakan berusia 7 hingga 10 tahun tersebut tidak merasa tegang. Hingga acara selesai pada pukul 12:00 siang sebanyak 78 anak berhasil di khitan, sementara itu 6 anak tidak jadi di khitan dan sebanyak 26 anak tidak datang.





Rangkaian Acara BSMI Yogyakarta Bersama Peserta R2J IV

1 03 2010

Selama dua minggu beberapa pelajar Muslim dari SMA Islam Al Hidayah Johor Malaysia datang berkunjung ke Yogyakarta dengan tajuk kegiatan “Road2Java IV (R2J IV)” dan selama mereka berada di Yogyakarta, BSMI Yogyakarta berkesempatan beberapa kali bersilahturahmi dan bekerja sama. Berikut adalah liputan kegiatan bersama BSMI Yogyakarta bersama peserta R2J IV selama 2 minggu di Yogyakarta.

Audiensi dengan pengurus BSMI Yogyakarta

Kesempatan pertama bersilahturahmi antara peserta R2J IV dengan BSMI Yogyakarta berlangsung pada Jum’at 19 Februari 2010. Setelah beberapa hari berada di Yogyakarta, akhirnya peserta Road2Java berkesempatan untuk bertemu dan berbagi pengalaman dengan para pengurus dan anggota BSMI Yogyakarta. Pertemuan pertama BSMI Yogyakarta dengan para peserta R2J IV berlangsung di sekretariat BSMI Yogyakarta di kawasan Tegalrejo. Tepat pukul 13:00 siang rombongan peserta R2J IV dengan menumpang sebuah bus akhirnya tiba di secretariat BSMI Yogyakarta dan langsung disambut oleh beberapa pengurus BSMI, seperti Tarudin Achmad (Sekretaris), Rendy Dwi N. (Humas), dan Sri Roqayyah (Bendahara). Peserta Road2Java yang berjumlah 15 orang beserta 3 pendamping akhirnya terpaksa agak bersempit – sempit sedikit karena ruang relawan di secretariat BSMI Yogya memang cukup kecil. Namun dari situasi tersebut dan ditambah dengan format acara yang tidak terlalu formal justru terbangun kedekatan antara peserta R2J IV dengan pengurus BSMI Yogyakarta. Setelah pembukaan oleh Rendy selaku Humas dan sambutan dari Dida (Pendamping peserta R2J IV) acara dilanjutkan dengan pemaparan mengenai profil BSMI Yogyakarta yang disampaikan oleh dr. Bambang Edi selaku ketua BSMI Yogyakarta. Dalam kesempatan ini beberapa peserta Road2Java menanyakan beberapa hal terkait dengan dunia kemanusiaan yang ditekuni oleh BSMI Yogyakarta. salah satu peserta bertanya tentang suka dan duka selama menjadi relawan BSMI Yogya yang langsung dijawab oleh salah satu pengurus BSMI, bahwa menjadi relawan berarti harus banyak melakukan pengorbanan, dukanya akan sangat banyak jika kita tidak bisa ikhlas terutama berkaitan dengan rasa lelah, waktu yang dihabiskan hingga materi yang harus dikeluarkan, namun jika kita bisa menghadapi semua itu dengan ikhlas Insya Allah duka tersebut justru akan menjadi suka, apalagi ditambah jika kita melihat senyum di wajah orang – orang yang kita bantu.

suasana audiensi

Setelah puas bertanya jawab, rombongan peserta R2J IV kemudian pamit kembali ke Masjid Jogokarian yang menjadi tempat tinggal mereka selama berada di Yogyakarta. Sebelum pulang ke Masjid Jogokarian para peserta R2J IV dan pengurus BSMI tidak lupa berfoto di depan sekretariat BSMI Yogyakarta.

Kunjungan ke RS Khusus Bedah Nur Hidayah

Kesempatan kedua BSMI Yogyakarta bersilahturahmi dengan peserta R2J IV berlangsung pada Sabtu, 20 Februari 2010. Kali ini BSMI Yogyakarta bersama dengan peserta R2J IV bersama – sama mengunjungi RSKB Nur Hidayah yang terletak di Jalan Imogiri. Walaupun tidak berkesempatan untuk bertemu dengan pimpinan RSKB Nur Hidayah maupun dengan dr. Sagiran (penulis buku dan salah satu sahabat BSMI Yogyakarta) namun rombongan BSMI Yogyakarta dan peserta R2J IV mendapat sambutan hangat dari staf humas RSKB Nur Hidayah. Selama berada di RSKB Nur Hidayah rombongan disuguhi materi mengenai peran RSKB Nur Hidayah selama penanganan gempa 2006 dan kerja sama antara RSKB Nur Hidayah dan BSMI Yogyakarta selama penanganan gempa 2006.

Setelah penyampaian materi yang dilakukan di ruang serba guna RSKB Nur Hidayah, kegiatan dilanjutkan dengan tur keliling RSKB Nur Hidayah. Pada kesempatan ini peserta R2J IV diperkenalkan pada berbagai fasilitas dan peralatan medis yang digunakan dalam kegiatan medis sehari – hari, termasuk pengenalan mengenai tata administrasi rumah sakit. Setelah tur keliling RSKB Nur Hidayah selesai, BSMI Yogyakarta, peserta Road2Java IV dan staf RSKB Nur Hidayah kemudian berfoto di pintu masuk RSKB Nur Hidayah.

Pelayanan Kesehatan di Dusun Wonokromo

Usai berkunjung ke RSKB Nur Hidayah rombongan BSMI Yogyakarta bersama dengan peserta R2J IV kluster medis kemudian bersama – sama mengadakan pelayanan kesehatan gratis. Kegiatan kali ini berlangsung di Dusun Wonokromo, Desa Dahromo, Kecamatan Plered, Kabupaten Bantul. Kawasan Desa Dahromo dipilih karena wilayah tersebut sewaktu penanganan paska gempa 2006 merupakan lokasi kerja utama BSMI Yogyakarta, sehingga warga Dahromo sudah sangat akrab dengan BSMI Yogyakarta.

Walaupun acara dimulai agak sedikit terlambat dari jadwal yang telah ditetapkan, namun sambutan masyarakat Dusun Wonokromo sangat antusias. Pelayanan kesehatan yang mengambil lokasi di SD Muhammadiyyah 2 Wonokromo ini dimulai pada pukul 14:00. Sebanyak 7 personil BSMI Yogyakarta dan dibantu oleh 15 peserta R2J IV kluster medis lantas berjuang untuk memberikan yang terbaik bagi warga Dusun Wonokromo. Dalam waktu 3 jam sebanyak lebih dari 120 pasien berhasil ditangani. Dalam kegiatan pelayanan kesehatan ini pasien berasal dari kawasan Dusun Wonokromo dan sekitarnya, sebagian besar pasien berasal dari kalangan usia 40 tahun ke atas dengan usia pasien tertua adalah 90 tahun dan termuda adalah 3 tahun.

Pelayanan Kesehatan di Dusun Tritis

BSMI Yogyakarta kembali bertemu dengan kawan – kawan dari R2J IV pada kegiatan pelayanan kesehatan di Dusun Tritis, Desa Turgo, Ngaglik, Sleman pada Jum’at 26 Februari 2010. Pada kesempatan kali ini BSMI Yogyakarta menerjunkan 12 personil yang dibagi ke dua lokasi. Bersama dengan para peserta Road2Java IV yang sebelumnya telah tinggal bersama warga setempat, BSMI Yogyakarta berusaha memberikan pelayanan terbaik untuk semua warga tanpa memandang latar belakang agama. Bahkan salah satu lokasi pelayanan kesehatan BSMI Yogyakarta di Dusun Tritis merupakan rumah warga Beragama Katholik. Walaupun BSMI lahir dari rahim Umat Islam namun netralitas dan universalitas adalah prinsip pokok yang harus dipegang teguh oleh seluruh relawan BSMI.

Tepat pukul 10:00 pelayanan kesehatan bagi warga Dusun Tritis dimulai. Selama satu setengah jam melakukan kegiatan pelayanan kesehatan tim BSMI Yogyakarta dan peserta R2J IV dapat menangani sebanyak 60 pasien dengan berbagai macam keluhan. Berbeda dengan kegiatan pelayanan kesehatan di Dusun Wonokromo minggu sebelumnya, pada kegiatan pelayanan kesehatan kali ini mayoritas pasien yang datang adalah warga berusia lebih muda, yaitu antara 30 – 45 tahun. Kegiatan pelayanan kesehatan di Dusun Tritis ditutup dengan sholat Jum’at bersama dengan peserta R2J IV, panitia dan warga setempat di Masjid Desa.

Setelah sholat Jum’at personil BSMI Yogyakarta, peserta dan panitia R2J IV kemudian makan bersama dan kemudian berfoto bersama sebelum tim BSMI Yogyakarta pamitan untuk kembali ke Yogyakarta.

Pelepasan Peserta R2J IV

2 hari kemudian pada ahad 28 Februari 2010 perwakilan BSMI Yogyakarta ikut serta dalam majelis perpisahan antara peserta R2J IV yang akan kembali ke Johor, Malaysia dengan panitia R2J IV di Masjid Jogokarian. Pada kesempatan kali ini selain beramah – tamah terakhir kali dengan para peserta R2J IV, perwakilan BSMI Yogyakarta juga sempat berfoto dengan sejumlah pelajar kluster medis yang beberapa kali pernah bekerja sama dengan BSMI Yogyakarta. Dalam suasana penuh haru tersebut baik panitia maupun BSMI Yogyakarta hanya bisa mengharapkan yang terbaik bagi adik – adik peserta R2J IV. Semoga kegiatan R2J IV dan kerja sama dengan BSMI Yogyakarta dapat bermanfaat bagi mereka.

Pukul 09:00 BSMI Yogyakarta ikut mengantarkan peserta R2J IV ke bandara Adi Sucipto untuk kembali ke Malaysia. Di Bandara ini suasana haru yang diselingi tawa kembali terbangun. Tampak kedekatan terbangun diantara peserta dan panitia. Di tengah suasana haru ini BSMI Yogyakarta kembali mengucapkan salam perpisahan, kali ini untuk seluruh peserta R2J IV. Dan dengan senyum ikhlas BSMI Yogyakarta bersama panitia R2J IV lainnya melepas kepulangan peserta R2J IV sebelum mereka masuk ke pesawat Malaysia Airlines yang akan membawa mereka pulang ke Malaysia.








Follow

Get every new post delivered to your Inbox.